Hasil Liverpool vs Fulham: Sensasi Remaja 17 Tahun di Anfield

April 12th, 2026 by PBN-daunhoki

Liverpool meraih kemenangan penting saat menjamu Fulham pada pekan ke-32 Premier League 2025/2026 di Anfield, Sabtu (11/4) malam WIB. The Reds Daunhoki tampil efektif dan menutup pertandingan dengan skor 2-0. Dua gol kemenangan dicetak oleh talenta muda Rio Ngumoha dan bintang utama Mohamed Salah.

Pada babak pertama, Liverpool langsung mengambil inisiatif serangan. Tekanan intens membuat Fulham kesulitan keluar dari area pertahanan mereka. Mohamed Salah sempat mengancam lebih dulu pada menit ke-13, namun peluangnya masih mampu diamankan oleh Bernd Leno.

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-36 melalui aksi impresif Rio Ngumoha. Pemain berusia 17 tahun itu menunjukkan kualitas individunya setelah menerima umpan dari Florian Wirtz di sisi kiri, sebelum menusuk ke dalam dan melepaskan tembakan melengkung ke sudut gawang.

Empat menit kemudian, Liverpool menggandakan keunggulan lewat Mohamed Salah yang memanfaatkan skema serangan cepat dari sisi sayap. Skor 2-0 bertahan hingga babak pertama usai.

Performa Liverpool Turun pada Babak Kedua

Memasuki babak kedua, Fulham mencoba bangkit dengan melakukan perubahan komposisi pemain. Masuknya Sasa Lukic dan Emile Smith Rowe memberi warna baru pada permainan tim tamu. Bahkan, Lukic sempat mencetak gol, tetapi dianulir karena berada dalam posisi offside.

Liverpool sempat memiliki peluang tambahan melalui Cody Gakpo pada menit ke-51, tetapi gagal dimaksimalkan. Setelah itu, pertandingan berjalan lebih seimbang dengan Fulham mulai berani keluar menyerang dan menekan lini belakang tuan rumah.

Tekanan Fulham semakin meningkat di pertengahan hingga akhir babak kedua. Rodrigo Muniz dan Emile Smith Rowe masing-masing mendapatkan peluang emas, tetapi belum mampu mengubah papan skor. Hingga menit ke-88, Fulham tercatat melepaskan 10 tembakan di babak kedua, menunjukkan dominasi mereka dalam fase ini.

Liverpool merespons dengan sejumlah pergantian pemain untuk menjaga stabilitas permainan. Salah ditarik keluar dan digantikan Trey Nyoni guna menambah energi baru di lini tengah. Meski mendapat tekanan, lini pertahanan Liverpool tetap solid hingga peluit akhir dibunyikan.

Kemenangan ini membawa Liverpool naik ke posisi kelima klasemen dengan 52 poin. Mereka kini berada dalam jalur aman untuk bersaing di zona Liga Champions. Sementara itu, Fulham harus puas tertahan di peringkat ke-10 dengan koleksi 44 poin.

Tags: ,

Ivan Toney Mengamuk, Tuduh Liga Arab Saudi Sudah ‘Diatur’, Demi Cristiano Ronaldo Juara?

April 10th, 2026 by PBN-daunhoki

– Persaingan gelar Liga Arab Saudi memanas, bukan hanya di lapangan tetapi juga di luar pertandingan. Ivan Toney melontarkan kritik keras terhadap kepemimpinan wasit usai hasil imbang 1-1 antara Al-Ahli dan Al-Fayha, Rabu (8/4/2026).

Dalam laga tersebut, Toney mencetak gol ke-27 musim ini. Namun, penyerang asal Inggris itu merasa timnya dirugikan karena tidak mendapatkan tiga penalti yang dinilai jelas.

Kekecewaan Toney memuncak setelah pertandingan. Ia bahkan menyebut adanya “pengaruh” dalam perebutan gelar musim ini.

“Ketika kami mencoba berbicara dengan wasit, dia justru menyuruh kami fokus ke AFC (Liga Champions Asia). Bagaimana mungkin wasit mengatakan hal seperti itu?” ujar Toney.

Ia menambahkan, keputusan-keputusan krusial berubah justru saat kompetisi memasuki fase penentuan.

“Sepanjang musim itu jelas penalti, tapi sekarang saat momen penting, tiba-tiba berubah,” katanya.

Ketika ditanya siapa yang diuntungkan dari situasi ini, Toney menjawab dengan nada menyindir, “Kita semua tahu siapa. Siapa yang sedang kami kejar?”

Isyarat Mengarah ke Cristiano Ronaldo?

Pernyataan tersebut memicu spekulasi bahwa sindiran Toney mengarah pada rival utama mereka, yakni Al-Nassr yang diperkuat megabintang Cristiano Ronaldo.

Saat ini, Al-Nassr memimpin klasemen dengan keunggulan empat poin atas Al-Ahli dan dua poin dari Al-Hilal, serta masih memiliki satu pertandingan lebih banyak. Dengan tujuh laga tersisa, perebutan gelar masih terbuka lebar.

Meski berstatus sebagai pemain paling populer di liga, Ronaldo sendiri belum berhasil mempersembahkan trofi liga sejak bergabung dengan Al-Nassr sekitar tiga setengah tahun lalu.

Ledakan di Media Sosial

Tak berhenti di situ, Toney juga meluapkan emosinya melalui Instagram. Ia menilai keputusan wasit pada momen krusial sulit diterima.

“Gila rasanya bagaimana situasi seperti ini bisa terlewat atau justru sengaja diabaikan. Jelas ada sesuatu yang sedang dipengaruhi,” tulisnya.

Ia juga menyoroti komunikasi wasit yang dianggap tidak profesional, terutama saat proses VAR berlangsung.

“Wasit menyuruh kami fokus ke kompetisi lain saat VAR berjalan, itu tidak masuk akal. Bahkan di menit 90+, dia mengakui itu penalti, tapi apa gunanya sekarang?” tambah Toney.

Rekan Setim Ikut Bersuara

Pemain Al-Ahli lainnya, Galeno, bahkan melontarkan tuduhan lebih tajam. Ia menilai ada pihak yang ingin menyerahkan trofi kepada sosok tertentu.

“Serahkan saja trofinya. Mereka ingin menyingkirkan kami dengan cara apa pun dan memberikannya kepada satu orang. Ini bentuk tidak hormat terhadap klub kami,” tulis Galeno.

Manajemen Al-Ahli juga tidak tinggal diam. Klub menyebut keputusan wasit sebagai “tidak dapat diterima” dan menuntut penjelasan resmi.

Mereka meminta transparansi penuh, termasuk rekaman komunikasi antara wasit, VAR, dan para pemain selama pertandingan berlangsung.

Dengan tensi yang terus meningkat dan selisih poin yang tipis, kontroversi ini berpotensi menjadi salah satu cerita terbesar dalam perburuan gelar Liga Arab Saudi musim ini.

Barcelona Resmi Protes UEFA Usai Dikalahkan Atletico Madrid, Soroti Keputusan Wasit Kontroversial

April 10th, 2026 by PBN-daunhoki

  • Barcelona mengambil langkah tegas usai kekalahan dari Atletico Madrid di leg pertama perempat final Liga Champions. Klub asal Catalan itu melayangkan protes resmi kepada UEFA, menyusul sejumlah keputusan wasit yang dinilai merugikan tim.

Dalam pertandingan yang digelar di kandang sendiri, skuad asuhan Hansi Flick harus mengakui keunggulan Atletico Madrid dengan skor 0-2.

Namun, hasil akhir bukan satu-satunya sorotan. Pihak Barcelona dibuat geram oleh kepemimpinan wasit asal Rumania, Istvan Kovacs.

Kartu Merah dan Insiden Handball Picu Kemarahan

Kontroversi pertama terjadi di babak pertama ketika bek muda Pau Cubarsi diganjar kartu merah setelah tinjauan VAR. Ia dianggap melakukan pelanggaran terhadap Giuliano Simeone sebagai pemain terakhir.

Namun, insiden yang paling memicu kemarahan kubu tuan rumah terjadi pada awal babak kedua. Kiper Atletico, Juan Musso, sempat memainkan bola dalam situasi tendangan gawang ke arah Marc Pubill.

Pubill kemudian menghentikan bola dengan tangan untuk mengembalikannya kepada Musso. Aksi tersebut dianggap pemain Barcelona sebagai pelanggaran handball, karena mereka menilai bola sudah aktif dalam permainan.

Akan tetapi, wasit maupun VAR tidak menganggap kejadian itu sebagai pelanggaran. Pertandingan pun tetap dilanjutkan tanpa sanksi.

Barcelona Tuntut Investigasi UEFA

Dalam pernyataan resminya, Barcelona menyebut keputusan tersebut sebagai “kesalahan besar” dari perangkat pertandingan. Klub juga mengungkapkan telah berkonsultasi dengan tim hukum sebelum mengajukan protes kepada UEFA.

Barcelona meminta dilakukan investigasi menyeluruh, termasuk akses terhadap komunikasi internal wasit selama pertandingan, serta pengakuan resmi atas kesalahan yang terjadi.

Lebih jauh, klub menilai ini bukan kali pertama mereka dirugikan oleh keputusan kontroversial di Liga Champions dalam beberapa musim terakhir. Mereka bahkan menyinggung soal ketidakadilan yang membuat tim tidak bisa bersaing dalam kondisi yang setara.

Flick: Harusnya Kartu Merah dan Penalti

Pelatih Barcelona, Flick, juga melontarkan kritik keras. Menurutnya, insiden handball Pubill seharusnya berujung pada kartu kuning kedua, yang berarti kartu merah, serta hadiah penalti bagi Barcelona.

“Menurut saya itu jelas kartu merah. Kiper sudah memainkan bola, permainan sudah berjalan, lalu dihentikan dengan tangan. Itu seharusnya penalti,” ujar Flick.

Kontroversi serupa sebelumnya juga sempat terjadi di kompetisi Eropa. Pada April 2024, pelatih Thomas Tuchel mengkritik keputusan wasit saat pemain Arsenal, Gabriel Magalhaes, lolos dari hukuman handball dalam situasi hampir identik.

Sementara itu, bek Aston Villa, Tyrone Mings, justru pernah dihukum penalti dalam kasus yang mirip saat menghadapi Club Brugge.

Bagan Fase Gugur Liga Champions 2025/2026

Ada 6 Klub Batu Loncatan Mohamed Salah Usai Tinggalkan Liverpool

April 10th, 2026 by PBN-daunhoki

  • Keputusan Mohamed Salah untuk meninggalkan Liverpool menandai akhir dari era panjang di Anfield. Selama sembilan musim, ia menjadi salah satu pemain paling berpengaruh dalam sejarah klub.

Penyerang asal Mesir itu tercatat sebagai pencetak gol terbanyak ketiga sepanjang masa Liverpool. Ia juga mempersembahkan berbagai trofi bergengsi, termasuk Premier League dan Liga Champions.

Kepergian Salah terjadi kurang dari setahun setelah ia menandatangani perpanjangan kontrak. Kesepakatan itu sempat mengamankan masa depannya setelah musim 2024 atau 2025 yang luar biasa.

Namun, performanya menurun drastis pada musim ini dengan hanya mencetak lima gol liga dari 22 pertandingan. Kondisi tersebut membuat pemain berusia 33 tahun itu mempertimbangkan tantangan baru.

Dengan status bebas transfer di musim panas nanti, banyak klub diyakini siap memanfaatkan situasi ini. Sejumlah destinasi menarik pun mulai dikaitkan dengan masa depan Salah.

1. Arab Saudi

Arab Saudi menjadi opsi paling jelas bagi Mohamed Salah. Sejumlah klub besar seperti Al Hilal, Al Nassr, Al Ahli, dan Al Ittihad memiliki kekuatan finansial untuk merekrutnya.

Al Ittihad sebelumnya pernah mengajukan tawaran sebesar 150 juta pounds pada 2023. Saat itu Liverpool menolak, tetapi situasi kini berbeda karena Salah tersedia secara gratis.

Minat lama tersebut bisa kembali dihidupkan pada bursa transfer mendatang. Liga Saudi juga terus menarik bintang dunia dengan proyek ambisius mereka.

2. MLS

Liga Amerika Serikat atau MLS menjadi alternatif menarik bagi pemain berpengalaman. Inter Miami disebut sebagai kandidat kuat karena telah merekrut sejumlah bintang besar.

Salah berpotensi bergabung dengan Lionel Messi dan Luis Suarez di klub milik David Beckham tersebut. Kombinasi ini tentu akan menarik perhatian global.

Selain Inter Miami, beberapa klub lain juga aktif mendatangkan pemain top. Perpindahan pemain seperti Antoine Griezmann menunjukkan daya tarik liga tersebut semakin meningkat.

3. Paris Saint-Germain

Salah masih memiliki peluang untuk tetap bermain di level tertinggi Eropa. Paris Saint-Germain menjadi salah satu klub yang mampu memenuhi tuntutan gajinya.

Klub asal Prancis itu dikenal memiliki sumber daya finansial besar. Mereka juga terus mencari pemain berkelas untuk memperkuat skuad.

Jika Salah ingin mempertahankan level kompetitifnya, PSG bisa menjadi pilihan logis. Liga Champions tetap menjadi daya tarik utama dalam skenario ini.

4. Real Madrid

Real Madrid telah lama dikaitkan dengan Salah, terutama saat ia berada di puncak performa. Ketertarikan itu sempat muncul kembali dalam beberapa rumor terbaru.

Meski belum ada kepastian konkret, peluang transfer gratis bisa menjadi pertimbangan. Madrid dikenal cermat dalam memanfaatkan peluang di pasar pemain bebas.

Salah bisa memberikan pengalaman dan kualitas tambahan di lini serang. Namun, keputusan akhir akan bergantung pada kebutuhan skuad mereka.

6. Galatasaray

Turki menawarkan kombinasi antara kompetisi Eropa dan keuntungan finansial. Galatasaray bisa menjadi pilihan menarik bagi Salah dalam fase akhir kariernya.

Ia masih berkesempatan tampil di Liga Champions jika bergabung dengan klub tersebut. Faktor ini bisa menjadi pertimbangan penting dalam keputusannya.

Performa apik Salah saat menghadapi Galatasaray musim ini juga bisa menarik perhatian mereka. Transfer ini berpotensi menjadi langkah yang saling menguntungkan.

Sumber : Independen

Liverpool Siap Ganti Arne Slot? 5 Kandidat Pelatih Baru yang Bisa Mengambil Alih Anfield

April 10th, 2026 by PBN-daunhoki

Liverpool kembali berada dalam tekanan setelah hasil buruk di kompetisi Eropa. Kekalahan dari PSG di leg pertama perempat final Liga Champions semakin memperburuk situasi tim.

Hasil tersebut membuat posisi Arne Slot kini berada di ujung tanduk. Performa tim yang inkonsisten memicu keraguan terhadap arah proyek yang sedang dibangun.

Kekalahan itu juga memperpanjang tren negatif Liverpool dalam beberapa pekan terakhir. Harapan untuk bangkit justru kembali terpukul di momen krusial musim ini.

Tekanan dari suporter terus meningkat seiring hasil yang tidak memuaskan. Banyak pihak mulai mempertanyakan apakah Slot masih layak memimpin tim ke depan.

Dengan situasi yang semakin sulit, masa depan kursi pelatih Liverpool menjadi bahan spekulasi. Jika tidak ada perubahan signifikan, pergantian pelatih bisa menjadi keputusan yang tak terhindarkan.

Berikut ini lima pelatih yang bisa menggantikan Arne Slot di Liverpool musim depan.

1. Xabi Alonso

Xabi Alonso menjadi kandidat dengan peluang paling besar untuk menggantikan Arne Slot. Ia saat ini tersedia setelah meninggalkan Real Madrid musim ini.

Kesuksesannya bersama Bayer Leverkusen menjadi salah satu alasan utama. Ia mampu membawa tim tampil konsisten dengan gaya bermain yang efektif.

Alonso juga memiliki kedekatan emosional dengan Liverpool sebagai mantan pemain. Hal tersebut membuatnya menjadi favorit di kalangan suporter Anfield.

2. Steven Gerrard

Steven Gerrard menyatakan kesiapannya untuk kembali ke Liverpool dalam peran apapun. Ia mengakui bahwa melatih Liverpool merupakan impian pribadinya.

Meski begitu, ia juga menegaskan belum sepenuhnya siap untuk posisi tersebut. Pengalamannya sebagai pelatih masih terus berkembang.

Sebagai legenda klub, kehadirannya dapat memberikan dampak besar di ruang ganti. Ia diyakini mampu meningkatkan semangat dan identitas tim.

3. Cesc Fabregas

Cesc Fabregas saat ini tengah mencuri perhatian bersama Como di Serie A. Ia berhasil membawa tim tampil kompetitif di papan atas klasemen.

Gaya bermain yang ia terapkan dinilai menarik dan modern. Hal ini cocok dengan karakter permainan yang diharapkan di Anfield.

Fabregas dianggap sebagai pelatih muda dengan potensi besar. Kepindahan ke klub besar seperti Liverpool bisa menjadi langkah berikutnya dalam kariernya.

4. Andoni Iraola

Andoni Iraola tampil impresif bersama Bournemouth dalam beberapa musim terakhir. Ia berhasil membangun tim yang solid dengan pendekatan taktik yang jelas.

Kontraknya yang akan segera berakhir membuatnya menjadi target banyak klub. Liverpool bisa menjadi salah satu peminat serius.

Iraola dikenal dengan gaya permainan cepat melalui serangan balik. Pendekatan ini terbukti efektif dalam menghadapi tim tim besar di Premier League.


5. Luis Enrique

Luis Enrique juga bisa masuk dalam daftar kandidat pelatih Liverpool. Ia dikabarkan mempertimbangkan masa depan bersama PSG.

Pengalamannya menangani klub besar dan tim nasional menjadi nilai tambah. Ia memiliki rekam jejak sukses di level tertinggi sepak bola.

Meski kabar kepindahan ini belum pasti, opsi ini tetap menarik. Enrique bisa menjadi solusi berpengalaman bagi Liverpool jika terjadi perubahan.

Stadion Baru Ternoda! Kekalahan Pertama Barcelona di Camp Nou Sejak Renovasi

April 9th, 2026 by PBN-daunhoki

Kekalahan Barcelona dari Atletico Madrid pada 9 April 2026 bukan sekadar hasil buruk di Liga Champions. Laga itu juga menghadirkan catatan simbolis bagi klub asal Catalunya tersebut. Untuk pertama kalinya sejak kembali ke stadion yang telah direnovasi, Barcelona akhirnya tumbang di Camp Nou.

Dalam duel leg pertama perempat final Liga Champions 2025/2026 yang digelar Kamis dini hari WIB itu, Barcelona harus mengakui keunggulan Atletico Madrid dengan skor 0-2. Tim tamu memanfaatkan momentum krusial di penghujung babak pertama setelah Pau Cubarsi diganjar kartu merah, situasi yang kemudian mengubah arah pertandingan.

Julian Alvarez membuka keunggulan Atletico lewat tendangan bebas menjelang turun minum. Setelah jeda, Alexander Sorloth menggandakan keunggulan tim tamu pada babak kedua, membuat Barcelona berada dalam posisi sulit menjelang leg kedua di Madrid.

Di luar konteks hasil pertandingan, kekalahan tersebut juga mengakhiri rekor kandang Barcelona sejak kembali bermain di Camp Nou setelah proyek renovasi besar stadion itu.

Sejak pulang ke markas bersejarah mereka beberapa bulan sebelumnya, Blaugrana sempat menjaga catatan tak terkalahkan di hadapan pendukung sendiri.

Kekalahan Pertama Sejak Pulang ke Camp Nou

Camp Nou baru saja memasuki era baru setelah proyek renovasi besar dalam program Espai Barca. Stadion legendaris itu mulai diperbarui sejak Juni 2023, memaksa Barcelona meninggalkan kandang mereka dan bermain di Estadi Olimpic Lluis Companys di Montjuic selama lebih dari dua musim.

Setelah lebih dari dua tahun, Barcelona akhirnya kembali ke Camp Nou pada November 2025. Pertandingan pertama di stadion yang masih dalam tahap pembangunan itu dimainkan melawan Athletic Bilbao, dengan kapasitas yang dibatasi sekitar 45 ribu penonton.

Momen tersebut disambut sebagai simbol dimulainya era baru klub. Camp Nou memang belum sepenuhnya selesai direnovasi, beberapa tribun masih ditutup dan kapasitas penuh belum tersedia, tetapi kembalinya Barcelona ke “rumah” mereka memberi dorongan emosional besar bagi tim dan para pendukung.

Sejak saat itu, Camp Nou kembali menjadi benteng bagi Blaugrana. Atmosfer stadion yang lama dirindukan kembali terasa, dan Barcelona sempat menjaga catatan tak terkalahkan di kandang setelah kembali dari masa pengungsian.

Sayangnya, rekor itu akhirnya runtuh pada malam Liga Champions.

Atletico Madrid Menghentikan Rekor

Atletico Madrid datang ke Camp Nou untuk leg pertama perempat final Liga Champions 2025/2026 dengan pendekatan khas, yaitu disiplin, kompak, dan menunggu momen yang tepat.

Pertandingan berubah drastis menjelang akhir babak pertama ketika bek muda Barcelona Pau Cubarsi menerima kartu merah setelah melanggar Giuliano Simeone.

Situasi tersebut dimanfaatkan dengan sempurna oleh Atletico. Julian Alvarez mencetak gol lewat tendangan bebas menjelang turun minum sebelum Alexander Sorloth menambah gol kedua pada babak kedua.

Barcelona sebenarnya tampil dominan dalam penguasaan bola dan jumlah peluang, bahkan mencatat lebih banyak tembakan dibanding lawan. Namun efektivitas Atletico serta disiplin lini pertahanan mereka membuat tuan rumah gagal mencetak gol.

Skor 0-2 tidak hanya memberi keuntungan besar bagi Atletico menuju leg kedua. Hasil itu juga mengakhiri catatan tak terkalahkan Barcelona di Camp Nou sejak stadion tersebut dibuka kembali setelah renovasi.

Aura Benteng Camp Nou

Selama beberapa bulan terakhir, Camp Nou kembali terasa seperti benteng lama Barcelona. Dukungan puluhan ribu suporter membuat atmosfer stadion kembali hidup setelah masa panjang bermain di Montjuic.

Karena itu, kekalahan dari Atletico memiliki makna lebih dari sekadar skor. Ia menjadi pengingat bahwa bahkan stadion paling ikonik pun tidak selalu menjamin kemenangan.

Bagi Barcelona, kekalahan tersebut memperberat langkah menuju semifinal Liga Champions. Mereka harus mengejar defisit dua gol pada leg kedua di Madrid.

Sementara bagi Atletico, kemenangan itu terasa lebih manis. Selain memberi keunggulan besar di kompetisi Eropa, mereka juga tercatat sebagai tim pertama yang berhasil menaklukkan Barcelona di Camp Nou sejak stadion itu kembali dibuka setelah renovasi.

Pengakuan Jujur Virgil van Dijk: Liverpool Tidak Berdaya di Hadapan PSG!

April 9th, 2026 by PBN-daunhoki

Kapten LiverpoolVirgil van Dijk mengomentari kekalahan timnya dari PSG baru-baru ini. Ia mengakui secara terbuka bahwa The Reds memang layak menelan kekalahan di laga tersebut.

Liverpool kembali beraksi di ajang Liga Champions pada dini hari tadi. Memasuki babak perempat final, The Reds berhadapan dengan sang juara bertahan, PSG di mana leg pertama digelar di kandang Les Parisien.

Di laga ini, PSG memang tampil dominan sejak awal pertandingan. Mereka membuat Liverpool mati kutu dan pada akhirnya sang juara bertahan menang dengan skor 2-0 di laga ini.

Van Dijk sendiri tidak mencari pembelaan usai timnya kalah dari PSG. Ia mengakui secara terbuka bahwa wakil Prancis itu terlalu kuat dan dominan dan Liverpool tidak berdaya menghadapi dominasi tuan rumah.

KALAH TELAK

Dalam wawancaranya di TNT Sports seusai laga, Virgil van Dijk mengakui bahwa tidak ada satupun hal yang bisa dibanggakan dari permainan Liverpool saat menghadapi PSG dini hari tadi.

Ia mengakui bahwa Liverpool tidak mampu keluar dari tekanan yang diberikan tuan rumah sehingga mereka memang sangat layak menelan kekalahan di pertandingan tersebut.

“Tentu saya tidak senang dengan kekalahan ini. Satu-satunya hal positif yang bisa kami petik hari ini adalah kami masih punya satu pertandingan lagi untuk dimainkan di pekan depan,” keluh sang bek.

Benar-benar Tidak Berdaya

Lebih lanjut, Van Dijk menyebut bahwa PSG benar-benar dominan sepanjang pertandingan. Ia menyebut timnya sulit keluar dari tekanan sehingga mereka harus menelan kekalahan di alga ini.

“Kami benar-benar dibuat kesulitan sepanjang pertandingan dan itu sudah kami duga sejak awal. Anda bisa lihat, kami bertahan dengan banyak pemain di pertandingan tadi,” sambung van Dijk.

“Sayang sekali, gol pertama mereka itu merupakan hasil pantulan. Kami juga memiliki beberapa kesempatan yang seharusnya bisa kami manfaatkan dengan lebih baik lagi,” pungkas sang bek.



Laga Berikutnya

Sebelum menjamu PSG di Anfield pada pekan depan, Liverpool akan memainkan satu laga di akhir pekan nanti.

Mereka akan menjamu Fulham di lanjutan EPL 2025/2026, dan mereka menargetkan kemenangan di pertandingan ini sebagai persiapan menghadapi PSG nanti.

Halo dunia!

April 7th, 2026 by PBN-daunhoki

Selamt datang di WordPress. Ini adalah pos pertama Anda. Sunting atau hapus, kemudian mulai menulis!

Next Entries »